Deposito yang Menguntungkan itu yang Bagaimana

Ilustrasi Deposito yang Menguntungkan

Deposito merupakan salah satu produk perbankan, yakni berupa simpanan berjangka. Berbeda dengan tabungan yang lebih likuid karena bisa dicairkan kapan saja, maka tidak dengan deposito. Simpanan deposito yang menguntungkan di bank itu memiliki jangka waktu tertentu atau tenor yang harus dijalani hingga selesai dulu baru bisa dicairkan. Meski dapat juga dicairkan sebelum selesai jangka waktunya, namun akan dikenakan penalti, yang rumusan dan besarannya bisa bermacam-macam tergantung kebijakan setiap bank penerbitnya.

Hasil dari Deposito

Deposito memiliki tingkat suku bunga yang lebih tinggi daripada tingkat suku bunga tabungan. Hal ini karena deposito memiliki jangka waktu tenor tertentu, sehingga tidak selikuid tabungan, yakni bervariasi tenor jangka waktu depositonya, dimulai dari jangka waktu 1 bulan, atau jangka waktu 6 bulan atau jangka waktu 12 bulan hingga jangka waktu 24 bulan. Tingkat suku bunga deposito hingga suatu besaran tertentu dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Bisa dicek pada web laman resmi LPS di sini mengenai besaran tingkat suku bunga deposito yang dijamin LPS tiap saat. Tingkat suku bunga deposito yang dijamin di BPR (Bank Perkreditan Rakyat) lebih tinggi jika dibandingkan dengan tingkat suku bunga deposito yang dijamin LPS di BU (Bank Umum). Terhadap keuntungan suku bunga deposito tersebut maka dikenakan bunga sebesar 20 % untuk deposito dengan nominal di atas 7,5 juta Rupiah.

Deposito yang Menguntungkan

Mengingat beberapa hal tersebut di atas, maka berikut ini yang perlu dilakukan sebagai pertimbangan guna memaksimalkan deposito.

Perbandingkan dengan tingkat Inflasi

Tingkat inflasi akan secara terus menerus menggerogoti atau menggerus nilai uang, sehingga dari waktu ke waktu daya beli uang akan semakin menurun jika dibiarkan begitu saja. Guna membandingkan dengan hasil deposito, yakni untuk mengetahui apakah suatu investasi atau tindakan terhadap sejumlah nilai uang itu mendatangkan keuntungan atau justru akan mendatangkan kerugian, maka perlu dibandingkan antara hasilnya dengan nilai tingkat inflasinya. Jadi jika hasilnya lebih besar atau setidaknya sama dengan nilai inflasi maka tindakan tersebut dapat dikatakan menguntungkan, namun jika sebaliknya, hasil pengelolaan uang tersebut adalah lebih kecil dari tingkat inflasi nya maka hal tersebut merupakan suatu kerugian. Nilai tingkat inflasi, setidaknya ada dua jenis, yakni tingkat inflasi real dan ringkat inflasi versi BPS (Badan Pusat Statistik) yang diukur dan disajikan secara berkala, hasil pengukuran dari perubahan harga bahan pokok tertentu selama suatu kurun waktu tertentu. Tingkat inflasi menurut versi BPS per tahun ialah masih dalam kisaran satu digit, sedangkan tingkat inflasi real diperkirakan sudah mencapai dua digit per tahun nya. 

Pilih Deposito dengan Suku Bunga Tinggi yang Aman

Supaya memiliki deposito yang menguntungkan, yakni lebih tinggi dari inflasi, maka deposito perlu dimaksimalkan. Caranya ialah dengan menanamkan deposito sebanyak maksimal 7,5 juta Rupiah pada BPR yang mendapat jaminan suku bunga tertinggi oleh LPS. Dengan demikian maka deposito bisa bebas pajak dan juga aman serta mendapat suku bunga yang tertinggi. 

Terlebih lagi jika tenor jangka waktunya ialah sekitar 12 bulan.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *